Minggu, 24 Juli 2016

Hujan Menangis Hari Ini


Hujan menangis hari ini
Setelah terik memaksanya bersembunyi
Setelah badai merajuknya berkali-kali
Bahkan angin enggan membawanya pergi

Subuh Hari


Udara pagi selalu menyejukkan hati
Setelah sejenak bercengkrama dengan Ilahi
Menumpahkan amarah
Menumpahkan kesedihan
Menumpahkan syukur mendalam
Waktu bergulir tiada peduli
Kemesraan seorang hamba tak ingin diusik
Bermanja di hamparan sajadah belum usai

Jumat, 24 Juni 2016

Kita


Kita adalah sebuah lilin
Yang mulai terbakar
Yang mulai ditiup angin
Yang akan mati dengan sendirinya
Setelah waktu menggenapkan takdir