Senin, 06 Juli 2015

Ibu, Bidadari Surga Dalam Nyata



........................................................
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu...ibu ...

Kamis, 11 Juni 2015

Siluet


"Tolong, sempatkan sebentar saja...", dalam hati lirih berbicara.

Memandangnya yang hanya terdiam tanpa suara benar-benar membuat diriku gemas ingin menendangnya saja. Tapi apa daya, aku tak kuasa. Aku tak akan pernah kuasa melakukannya. Bukan karena aku tak bisa, namun karena aku tak mau. Tak mau karena aku begitu mencintaimu.

Ahh, mengapa perasaan selalu menang melawan kenyataan. Perasaan selalu saja menjadi prioritas meski jelas tak pantas. Kau bahkan tak pantas mendapatkan perlakuan manisku.


Jumat, 29 Mei 2015

Filosofi Pesawat Kertas

Matahari mulai beranjak turun dari terik sempurnanya. Udara terasa syahdu mempermainkan dahan-dahan menjadikan sebuah senandung tarian alami pepohonan. Mengayunkan daun-daun yang masih bertengger anggun pada tangkainya.  Sementara mereka yang telah berguguran tanpa paksaan, terseret pasrah berserakan diombang ambing angin yang bertiup di taman Gloria. Sebuah taman di tengah kota kenangan yang tak pernah lengang oleh jamahan manusia. Di antara pohon-pohon rindang menjulang nan berjejeran,  sebuah ruas jalan mengikuti lajur pepohonan itu membentuk pasangan pohon yang beriringan. Terdapat kursi-kursi yang berjajar rapi di pinggir ruas jalan yang tak terlalu lebar.